Skip to content

Badan Usaha dalam pengembangan wilayah

May 9, 2012

Oleh : Adam Pasuna Jaya

Perusahaan merupakan sebuah organisasi tempat terjadinya sejumlah kegiatan produksi (baik produksi barang maupun jasa) yang terdiri dari beberapa orang atau perorangan dimana factor-faktor produksi berkumpul. Perusahaan ini tentunya bertujuan untuk mencari keuntungan (Laba). Perusahaan tersebut kemudian dapat dikatakan Badan Usaha apabila terdaftar secara legal dalam administrasi pemerintah. Badan usaha adalah status dari perusahaan tersebut. Badan usaha ini tentunya memiliki sejumlah upaya yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yaitu dengan cara menawarkan beberapa jasa atau memproduksi atau keduanya.

Perlu dicermati dalam hal membahas badan usaha dalam pengembangan daerah pada tulisan saya kali ini adalah meninjau badan usaha bukan perusahaan (mengingat adanya perbedaan antar kedua terminology, namun tidak perlu saya bahas lebih lanjut).

Keberadaannya sebuah badan usaha tidak bersifat enclave dalam artian keberadaan sebuah badan usaha tentunya memiliki dampak bagi kehidupan diluar badan usaha itu sendiri. Mengetahui hal itu, kita perlu menyadari bahwa hakikat keberadaan bagi pihak lain dapat menimbulkan 2 pengaruh, yaitu pengaruh positif dan negative. Menanggapi hal ini, tentunya kita ingin menggiring keberadaan badan usaha tersebut kearah yang positif dan kalaupun pengaruh negative yang ada, tentunya harus direduksi atau bila memungkinkan ditiadakan.

Sebagai pembukaan, saya menawarkan pola pikir sederhana sebagai dasar berfikir kita untuk menggiring bagaimana keberadaan badan usaha tersebut dapat memberikan pengaruh positif. Tentunya dalam pengembangan wilayah dan nasional kita perlu memikirkan 3 hal, yaitu : (i) manfaat apa yang dapat kita ambil dari keberadaan badan usaha tersebut, (ii) peluang apa yang dapat kita manfaatkan dari adanya badan usaha tersebut, dan yang terakhir (iii)usaha apa yang harus dilakukan untuk menangkap peluang dan manfaat tersebut. Ketiga hal diatas menjadi landasan berfikir untuk menelaah peran badan usaha dalam pengembangan daerah, wilayah dan nasional.

Diluar ketiga hal tersebut kita perlu mengidentifikasi komponen apa saja yang harus kita pertimbangkan dalam menjalankan ketiga hal yang saya paparkan diatas. Dalam upaya nya mencari keuntungan tidak terlepas dari (i)produk apa yang badan usaha tersebut hasilkan, tidak kita lupakan juga (ii)factor-faktor produksi apa (dan seperti apa) yang dibutuhkan badan usaha tersebut, serta (iii) praktik-praktik apa yang dilakukan badan usaha tersebut dalam upaya mencari keuntungan tersebut.

Tentunya ada Pertimbangan yang digunakan cukup sederhana yaitu Paretto Efficient yaitu membuat satu pihak (badan usaha tertentu) better-off tanpa membuat pihak lain (system public) worse-off. Pertimbangan ini dapat terjadi apabila proses timbal balik yang menguntungkan antara badan usaha dan daerah (daerah menyediakan supply dari demand badan usaha dan sebaliknya dimana transaksi yang terjadi dilakukan tanpa paksaan dan penipuan).

 

Mengambil keuntungan

Keuntungan dari adanya badan usaha tentunya adalah karena badan usaha tersebut menghasilkan sejumlah barang dan jasa yang dapat digunakan untuk pembangunan daerah dan spesifikasi kerjanya yang memungkinkan peningkatan efisiensi

Barang konsumsi dan peran setelah produsen

Adanya badan usaha yang memproduksi barang konsumsi membuat masyarakat dapat mengakses barang tersebut untuk memenuhi kebutuhannya seperti bahan makanan. Manfaat ini tentunya hanya sebatas memanfaatkan barang yang dihasilkan badan usaha. Manfaat lainnya adalah adanya peran setelah produsen yaitu seperti Convenient store, pasar grosir yang merupakan bisnis yang dikelola badan usaha. Dengan adanya peran setelah produsen menyebabkan barang hasil produksi luar (baik luar negeri, maupun luar daerah) dapat dipasarkan dan dijangkau di daerah tersebut.

Asortimen barang dan jasa untuk menjawab kebutuhan daerah

Keberadaan badan usaha mengakibatkan adanya sejumlah barang dan jasa yang dapat ditawarkan di public baik berupa barang maupun jasa-jasa seperti pelayanan konsultasi, jasa perhubungan dan transportasi, jasa-jasa perbaikan, jasa keungan, jasa pengadaan dsb. Keberadaan sejumlah barang dan jasa tersebut membuat sejumlah kebutuhan akan konsumsi dari masyarakat dapat tersedia, sebagai contoh badan usaha yang memproduksi sabun tentunya membuat masyarakat dapat mengakses sabun sebagai barang yang dibutuhkan untuk mandi. Tidak hanya bermanfaat untuk orang-perorangan, terkadang sebuah badan usaha juga dapat memberikan keuntungan karena usahanya di bidang pelayanan untuk sector public, sebagai contoh penyediaan air bersih.

Spesifikasi kerja

Spesifikasi kerja menimbulkan adanya keunggulan komparatif, keunggulan tersebut tentunya membuat suatu kinerja menjadi lebih efesien dengan kualitas yang lebih baik. Hal ini lah yang dimanfaatkan dari adanya badan usaha, dimana spesifikasi kerja dari badan usaha tersebut (bidang usaha) dimanfaatkan untuk menghasilkan kemajuan bagi daerah. Beberapa usaha seperti pembangunan fisik, penyediaan layanan public, penyediaan public goods, eksploitasi SDA akan lebih efisien dilakukan oleh sebuah badan usaha karena spesifikasinya tersebut menghasilkan efisiensi sehingga biaya yang dibutuhkan relative rendah.

Dengan menyatukan spesifikasi kerja dari badan usaha (menghasilkan efisiensi tinggi) serta menyadari sejumlah asortimen barang dan jasa yang diproduksi badan usaha, maka beberapa manfaat yang dapat diambil diantaranya:

Pelayanan Publik dan pembangunan Fisik

Pembangunan daerah dalam beberapa hal (Seperti pembangunan fisik dan pelayanan public) tentunya merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah, Namun pada realitanya hal ini tidak sepenuhnya dapat dilaksanakan oleh pemerintah daerah dikarenakan ada keterbatasan seperti kesulitah membagi waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan banyak program, kapasitas keuangan daerah yang tidak memadai, Keterbatasan SDM pemerintahan untuk menjalankan program tertentu dan sebagainya. Disisi lain, terdapat badan usaha yang bergerak dibidang tertentu yang menghasilkan sejumlah jasa-jasa pelayanan dan pengadaan (cth : energi, air, konstruksi, dsb). Kita dapat mempertemukan kebutuhan pembangunan fisik dan pelayanan daerah oleh pemerintah dengan Jasa-jasa yang ditawarkan oleh badan usaha tertentu. Tentunya dalam hal ini pemerintah dan badan usaha tertentu dapat melakukan kerjasama seperti Public Private Partnership (PPP). Dalam hal pelayanan public seperti contohnya penyediaan air, pemungutan dan listrik dapat dikelola oleh perusahaan (badan usaha), sedangkan dalam hal pembangunan fisik contohnya adalah kontraktor rumah susun, kontraktor jalan,dsb.

Pemanfaatan Potensi SDA daerah

Beberapa daerah tentunya memiliki sumber daya alam. Nilai manfaat dari sumber daya tersebut timbul apa bila dikonsumsi langsung, dikonversikan dalam bentuk lain, atau dijual. Dalam hal pemanfaatan sumber daya alam daerah, pemerintah dapat bekerjasama dengan badan usaha tertentu. Hal ini dapat memberikan pendapatan bagi daerah. Banyak skema yang ditawarkan seperti kontrak karya atau Production sharing. Untuk badan usaha yang bersifat mengeksploitasi SDA maka hasil dari nilai jual SDA tersebut akan masuk ke pemerintah pusat dan akan turun ke Kas Daerah lewat skema DBH (Dana Bagi Hasil) sumberdaya alam, lebih lanjut dapat meningkatkan kapasitas fiscal daerah.  Untuk eksploitasi bahan galian C maka pendapatan daerah didapat dari pajak daerah (langsung ke kas daerah), sama halnya dengan sector jasa dan perdagangan seperti restoran, hiburan dan hotel

 

Menangkap Peluang

Diluar dari pada menggunakan barang dan jasa yang ditawarkan oleh badan usaha tersebut tentunya ada hal lain yang dapat kita ambil diantaranya :

Faktor produksi tenaga kerja dengan kebutuhan lapangan pekerjaan

Faktor produksi terdiri dari beberapa hal yaitu modal, tenaga kerja, kewirausahaan, dan uang. Melihat hal ini tentunya ada manfaat yang didapat yaitu bagaimana suatu wilayah dapat menawarkan “sumberdaya” wilayah tersebut sebagai salah satu factor produksi bagi badan usaha tertentu. Faktor produksi tenaga kerja sebagai contohnya. Kita dapat memanfaatkan badan usaha tersebut untuk pengembangan wilayah dengan mempertemukan demand akan factor produksi tenaga kerja dari badan usaha tersebut dengan kebutuhan lapangan pekerjaan penduduk di suatu daerah. Pertemuan tersebut tidak dapat semerta-merta terjadi, hal ini dapat terjadi apabila kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan badan usaha sesuai dengan kualifikasi penduduk yang ada (cth kualifikasi : tingkat pendidikan minimum, umur, keahlian tertentu, karakteristik dan watak, dsb), oleh karena pemerintah daerah perlu menyiapkan kualitas SDM daerahnya dengan mendorong program pengembangan SDM agar tenaga kerja lokal dapat terserap oleh badan usaha.

Pertanyaan yang muncul setelah kualifikasi tersebut tercapai adalah apa manfaatnya bagi badan usaha, orang-perorangan, dan daerah secara keseluruhan? Tentunya manfaat bagi badan usaha adalah mendapat sejumlah tenaga kerja yang bersifat local yang tentunya akan lebih murah dibandingkan menggunakan tenaga kerja dari daerah lain (biaya transportasi pekerja mempengaruhi postur besaran upah yang harus diberikan oleh badan usaha) tenaga kerja yang lebih murah mengakibatkan pengeluaran semakin rendah sehingga keuntungan dapat semakin besar. Manfaat bagi orang-perorangan adalah dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya karena adanya pendapatan dari upah. Tentunya manusia memiliki sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi, dan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi apabila memiliki pendapatan, untuk memiliki pendapatan maka perlu bekerja karena bekerja dapat menghasilkan upah. Disisi lain keuntungan untuk daerah tersebut adalah kenaikan pendapat penduduk itu sendiri yang berimplikasi pada naiknya Pendapat Asli Daerah (PAD) dari pajak perorangan (PPh) yang dikucurkan pemerintah pusat lewat skema DBH (Dana Bagi Hasil) bersumber pajak, lebih lanjut menyebabkan naiknya kapasitas fiscal dari suatu daerah.

Beberapa Peluang dari kenaikan pendapatan masyarakat

Adanya pendapatan orang-perorangan (yang bekerja di badan usaha tersebut) membuat adanya potensi penambahan nilai konsumsi, artinya upah yang didapat tersebut akan dibelanjakan untuk mendapatkan sejumlah barang dan jasa (selain di tabung atau di investasikan). Adanya upah menstimulus adanya pengeluaran sehingga menyebabkan peluang kegiatan kegiatan perdagangan semakin terbuka (adanaya orang yang memiliki daya beli untuk membeli sejumlah barang menyebabkan peluang pasar bagi sejumlah barang dan jasa semakin terbuka). Potensi kenaikan pendapatan masyarakat ini lah yang harus dimanfaatkan dengan membuka lapangan usaha di bidang perdagangan mulai dari yang berskala kecil (warung, toko-toko, pasar) hingga yang berskala besar (grosir, Pasar Swalayan,dsb). Terbukanya sector perdagangan ini menyebabkan adanya kebutuhan tenaga kerja di sector ini pula.

Iklim Usaha yang semakin terbuka

Adanaya sejumlah barang yang dihasilkan oleh badan usaha, maka timbul Multiplier Effect yaitu dimana terdapat usaha-usaha lain yang ikut tumbuh dari adanya badan usaha tersebut. Hal ini dapat terjadi karena adanya sejumlah produk atau jasa yang dihasilkan badan usaha sebelumnya (yang ada di daerah tersebut) dapat menjadi input untuk jenis usaha lain, sehingga peluang bisnis semakin terbuka karena alasan ketersediaan input. Misalkan adanya badan usaha di bidang konsultasi perencanaan menyebabkan bisnis seperti outsourcing tenaga kerja perencana, kontraktor perumahan dapat tumbuh, atau dengan adanya jasa keungan dari suatu badan usaha menyebabkan bisnis industry dan ekstraktif di suatu daerah dapat tumbuh, dsb.

Peluang lainnya

Selain dari pada membuka lapangan pekerjaan, iklim usaha yang semakin terbuka, serta penciptaan pasar sebagai akibat dari kenaikan pendapatan, peluang kecil yang dapat diperoleh ialah dana CSR, pembangunan dan perbaikan infrastrusktur secara mandiri oleh sector privat (untuk kelangsungan usaha nya), dan peningkatan skill akibat bekerja di badan usaha tersebut.

 

Praktik Merugikan dalam mencapai Profit Maximation

Terlepas dari banyaknya manfaat dan peluang dari keberadaan sebuah badan usaha, maka tentunya kita perlu melihat praktik-praktik apa yang bersifat merusak dari sebuah badan usaha. Bagaimana menangani praktik buruk ini tentunya harus disesuaikan dengan duduk perkara yang terjadi dan jenis perusahaan badan usaha tersebut. Yang harus dilakukan setelah menemukan praktik tersebut adalah mengkalkulasi kerugian (berikut pihak dan besaran) dari praktik tersebut kemudian menyusun langkah penyelesaian (berikut besar kompensasi), dan yang terkahir pelaksanaan.

Beberapa praktik tersebut antara lain pencemaran lingkungan (apabila badan usaha merupakan perusahaan di bidang ekstraktif dan industry pollutan), monopoli sector usaha (berbahaya karena dapat menimbulkan pengaturan harga sejumlah barang dan jasa yang tidak wajar, tindakan premanisme (dalam upaya memenangkan sejumlah tender dan menekan protes dari masyarakat sekitar), Penggelapan pajak (pelaporan penghasilan yang tidak benar,dsb) dan penentuan upah dan jam kerja yang tidak manusiawi (sering terjadi pada buruh di industry-industri footloose), dan proporsi bagi hasil yang merugikan daerah.

 

Penutup

Keberadaan badan usaha tentunya memberikan manfaat dan menghasilkan peluang yang harus kita manfaatkan demi perkembangan daerah, namun disisi lain terdapat pula kerugian akibat adanya praktik-praktik negative dari badan usaha tersebut, oleh karena itu butuh langkah tepat untuk membuat sejumlah kebijakan baik untuk memanfaatkan barang dan jasa yang dihasilkan, memanfaatkan peluang yang timbul, mengatur dan mengawasi tindak-tanduk badan usaha, dan mencegah terjadinya praktik yang merugikan.

Tentunya masih banyak pengaruh positif dan negative dari keberadaan badan usaha yang belum saya tuliskan disini dikarenakan beberapa hal dianggap tidak terlalu signifikan, keterbatasan pikiran, dan keterbatasan pengetahuan. Nampaknya akan sangat panjang bila semua itu dituliskan.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: